KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) telah resmi meluncurkan program pembelajaran hybrid yang inovatif bagi mahasiswa Program Studi Teknik Elektro pada hari Senin, 31 Maret 2026. Inisiatif akademik ini merupakan terobosan signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan teknik di kawasan Sulawesi Tenggara, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri 4.0.
Program pembelajaran hybrid tersebut menggabungkan metode pembelajaran tatap muka konvensional dengan teknologi digital terkini, mencakup virtual laboratory, simulasi industri berbasis cloud, dan mentoring online dengan praktisi profesional dari industri energi terbarukan dan teknologi. Peluncuran ini dilakukan secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari dan dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan perwakilan dari stakeholder industri lokal maupun nasional.
Menurut data yang dikumpulkan oleh tim pengembangan kurikulum, Program Studi Teknik Elektro Unmuh Kendari saat ini memiliki 285 mahasiswa aktif yang tersebar di lima angkatan, mulai dari angkatan 2023 hingga 2025. Dengan peluncuran program pembelajaran hybrid ini, universitas berharap dapat meningkatkan kompetensi lulusan dalam mengoperasikan peralatan industri modern dan menciptakan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
### Latar Belakang dan Urgensi Program
Pertumbuhan sektor industri di Kendari dan sekitarnya, khususnya industri energi, manufaktur, dan teknologi informasi, telah menciptakan permintaan tinggi akan tenaga kerja terampil di bidang teknik elektro. Namun, survei yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Industri Unmuh Kendari menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan signifikan antara kompetensi yang diajarkan di kampus dengan keahlian yang dibutuhkan industri.
“Kami menemukan bahwa lulusan kami memiliki pengetahuan teoritis yang cukup baik, tetapi masih kekurangan pengalaman praktis dalam menangani sistem-sistem kontrol industri modern. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengembangkan program pembelajaran yang lebih integratif,” ungkap Dr. Ir. Bambang Sutrisno, Ketua Program Studi Teknik Elektro, dalam wawancara eksklusif pada Selasa, 1 April 2026.
Program pembelajaran hybrid ini dirancang berdasarkan studi benchmarking ke beberapa universitas terkemuka di Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Tim pengembang kurikulum Unmuh Kendari juga melakukan konsultasi dengan para ahli dari Asosiasi Industri Elektro Indonesia dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
### Komponen Utama Program Pembelajaran Hybrid
Program pembelajaran hybrid yang diluncurkan mencakup beberapa komponen strategis. Pertama, adalah implementasi Virtual Laboratory (V-Lab) yang memungkinkan mahasiswa untuk melakukan eksperimen teknik elektro secara simulasi menggunakan perangkat lunak industri standar seperti MATLAB, Simulink, dan ETAP Power Systems. Fasilitas ini dapat diakses oleh mahasiswa 24 jam sehari, memberikan fleksibilitas belajar yang tinggi.
Kedua, program ini mengintegrasikan sistem learning management system (LMS) berbasis cloud yang canggih. Platform ini tidak hanya menyediakan materi pembelajaran video dan e-book, tetapi juga fitur kolaborasi real-time yang memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk berinteraksi lebih intensif. “Kami telah menginvestasikan sekitar 850 juta rupiah untuk pengembangan infrastruktur digital ini,” jelas Ir. Samsul Arifin, Direktur Lembaga Pengembangan Akademik Unmuh Kendari.
Ketiga, program ini mencakup kerjasama dengan industri melalui skema magang terintegrasi dan project-based learning. Mahasiswa akan mengerjakan proyek nyata dari perusahaan-perusahaan mitra, seperti PT. Energi Sulawesi Tenggara, PT. Telekomunikasi Indonesia, dan beberapa UMKM teknologi lokal. Proyek-proyek ini akan dijadikan portofolio profesional yang sangat berharga saat memasuki dunia kerja.
Keempat, peluncuran program mentoring online dengan profesional industri bersertifikat internasional. Setiap minggu, mahasiswa akan mendapatkan sesi live mentoring melalui Zoom atau platform serupa, di mana mereka dapat bertanya langsung tentang aplikasi praktis dari materi yang dipelajari dan tren industri terkini.
### Respons Pejabat Kampus dan Visi Pendidikan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Abdurrahman M. Said, S.E., M.M., memberikan pidato pembukaan yang penuh semangat. “Peluncuran program pembelajaran hybrid ini adalah komitmen nyata Unmuh Kendari untuk terus berinovasi dalam pendidikan teknik. Kami percaya bahwa dengan menggabungkan kekuatan pembelajaran tradisional dan teknologi digital, kita dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang siap kerja,” ujar Prof. Abdurrahman, seperti dikutip dari arsip rekaman acara peluncuran.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ing. Hartono, S.T., M.T., menekankan bahwa program ini juga bertujuan untuk mendorong riset dan inovasi di kalangan mahasiswa. “Kami akan menyelenggarakan kompetisi inovasi tahunan di mana mahasiswa dapat mengembangkan prototipe atau solusi teknologi yang memecahkan masalah nyata di masyarakat. Pemenang akan mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan ide mereka lebih lanjut,” tambah Dr. Hartono dalam kesempatan yang sama.
Kepala Unit Pengembangan Pembelajaran, Ir. Dewi Lestari, Ph.D., menjelaskan metodologi pengajaran yang akan diterapkan. “Kami menggunakan pendekatan problem-based learning dan project-based learning sebagai tulang punggung kurikulum baru ini. Dosen akan bertindak sebagai fasilitator yang membimbing mahasiswa melalui tantangan nyata, bukan hanya menyampaikan teori. Ini sejalan dengan rekomendasi UNESCO untuk pendidikan abad ke-21,” papar Ir. Dewi dengan rinci.
### Infrastruktur Teknologi dan Fasilitas Pendukung
Untuk mendukung implementasi program pembelajaran hybrid, Unmuh Kendari telah melakukan upgrade signifikan terhadap infrastruktur kampus. Laboratorium Teknik Elektro di Gedung Teknik lantai tiga kini dilengkapi dengan perangkat simulasi industrial-grade senilai lebih dari 1,2 miliar rupiah, termasuk trainer PLC (Programmable Logic Controller), sistem SCADA, dan panel kontrol tegangan menengah.
Selain itu, perpustakaan digital kampus kini menyediakan akses ke lebih dari 15.000 jurnal elektronik dan 5.000 buku digital yang relevan dengan bidang teknik elektro. Mahasiswa dan dosen dapat mengakses sumber daya ini baik dari kampus maupun dari rumah dengan koneksi internet yang stabil.
“Kami juga telah meningkatkan bandwidth internet kampus menjadi 100 Mbps untuk memastikan kelancaran pembelajaran online dan akses ke platform cloud-based kami,” jelas Ir. Samsul Arifin saat ditanya tentang detail infrastruktur.
### Pelatihan Dosen dan Persiapan Implementasi
Sebelum peluncuran program secara penuh, seluruh 22 dosen pengajar di Program Studi Teknik Elektro telah menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan. Pelatihan mencakup cara menggunakan LMS baru, teknik mengajar hybrid yang efektif, dan pendalaman terhadap tools simulasi industri yang digunakan.
“Transisi dari metode pengajaran konvensional ke hybrid memang memerlukan adaptasi. Namun, semua dosen kami sangat antusias dan terus-menerus belajar untuk memberikan pengalaman terbaik kepada mahasiswa,” kata Dr. Bambang Sutrisno, yang juga menjadi koordinator pelatihan dosen.
Dari tim dosen, Prof. Ir. Jusuf Kadir, M.Eng., yang mengajar mata kuliah Sistem Tenaga Listrik, mengungkapkan pengalalannya. “Dengan V-Lab, saya bisa menunjukkan kepada mahasiswa bagaimana perilaku sistem tenaga listrik dalam berbagai kondisi abnormal, yang sebelumnya hanya bisa dijelaskan melalui gambar di papan tulis. Ini jauh lebih efektif untuk pemahaman mendalam.”
### Tantangan dan Rencana Mitigasi
Meskipun antusiasme tinggi, tim pengembang program juga mengakui beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah aksesibilitas internet bagi mahasiswa yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan ekonomi. Untuk mengatasi ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah merancang program beasiswa digital dan menyediakan akses Wi-Fi gratis di beberapa pusat komunitas di luar kampus.
“Kami tidak ingin ada mahasiswa yang tertinggal hanya karena masalah akses internet. Oleh karena itu, kami juga menyediakan opsi pembelajaran offline dengan download materi terlebih dahulu,” jelas Ir. Dewi Lestari.
Tantangan lain adalah kebutuhan akan konten pembelajaran yang berkualitas tinggi. Program ini telah mengalokasikan anggaran khusus untuk produksi video pembelajaran profesional dan pengembangan case study dari industri.
### Dampak dan Ekspektasi Jangka Panjang
Diharapkan, dengan implementasi program pembelajaran hybrid ini, lulusan Program Studi Teknik Elektro Unmuh Kendari akan memiliki tingkat penempatan kerja yang lebih tinggi dan lebih cepat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa lulusan dengan portofolio proyek nyata memiliki waktu tunggu kerja rata-rata 2-3 bulan lebih cepat dibandingkan lulusan tanpa pengalaman praktis.
Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing universitas di tingkat nasional dan regional. “Kami berkomitmen untuk menjadi pionir dalam pendidikan teknik hybrid di kawasan Sulawesi. Dalam lima tahun ke depan, kami ingin menjadi referensi bagi universitas lain dalam mengembangkan program serupa,” ungkap Prof. Abdurrahman dengan penuh keyakinan.
### Testimoni Mahasiswa
Beberapa mahasiswa yang sudah merasakan pembelajaran hybrid dalam fase pilot menunjukkan respons positif. Budi Santoso, mahasiswa angkatan 2024 yang mengikuti sesi pilot, menyatakan, “Virtual Lab membantu saya memahami sistem kelistrikan yang kompleks dengan lebih mudah. Saya bisa bereksperimen berkali-kali tanpa takut merusak peralatan mahal.”
Sementara itu, Siti Nur Azizah, mahasiswa angkatan 2023, memuji fitur mentoring online. “Mendapatkan pengarahan langsung dari praktisi industri membuat saya memahami bahwa apa yang dipelajari di kelas benar-benar diterapkan di dunia nyata. Ini sangat memotivasi,” ungkapnya dengan antusias.
### Penutup
Peluncuran program pembelajaran hybrid di Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari pada 31 Maret 2026 menandai era baru dalam pendidikan teknik di Kendari. Dengan mengintegrasikan teknologi digital, kerjasama industri, dan metodologi pengajaran modern, universitas ini telah mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan pasar kerja.
Inisiatif ini bukan sekadar tren mengikuti perkembangan global, melainkan respons strategis terhadap kebutuhan lokal yang nyata. Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada kualitas dan inovasi, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan diri sebagai agen perubahan dalam lanskap pendidikan teknik di Sulawesi Tenggara.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dedikasi dosen, antusiasme mahasiswa, dan kemitraan strategis dengan industri, program pembelajaran hybrid ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga siap berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.
Kedepannya, evaluasi berkelanjutan akan dilakukan untuk memastikan program ini tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Seperti yang dinyatakan oleh para pimpinan kampus, komitmen Unmuh Kendari adalah menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendorong keunggulan akademik, inovasi, dan kesuksesan karir bagi setiap mahasiswa.
—
Ditulis oleh: Tim Jurnalisme Kampus
Kendari, 1 April 2026