KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam mendorong inovasi teknologi melalui penelitian groundbreaking yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro. Sebuah proyek penelitian bertajuk “Pengembangan Smart Grid Terintegrasi untuk Optimalisasi Distribusi Energi Terbarukan di Sulawesi Tenggara” telah mencapai fase implementasi dan menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan.
Penelitian yang dimulai sejak Januari 2025 ini melibatkan kolaborasi intensif antara dosen-dosen berpengalaman dan mahasiswa tingkat akhir dari Laboratorium Sistem Tenaga dan Energi Terbarukan milik Departemen Teknik Elektro. Proyek ini tidak hanya menjadi bukti nyata dedikasi akademik, tetapi juga menunjukkan relevansi pendidikan tinggi dalam mengatasi tantangan energi global yang semakin kritis.
Latar Belakang dan Urgensi Penelitian
Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari sebagai pusat pemerintahan, menghadapi tantangan signifikan dalam penyediaan dan distribusi energi listrik yang efisien dan berkelanjutan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, permintaan energi melonjak drastis, sementara infrastruktur distribusi masih menggunakan teknologi konvensional yang rentan terhadap pemborosan dan ketidakstabilan pasokan.
Melihat peluang ini, Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari, bersama dengan timnya mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk mengembangkan sistem distribusi energi yang lebih cerdas dan responsif. “Kami memahami bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa, terutama dari surya, angin, dan mikrohidro. Namun, tanpa sistem manajemen yang canggih, energi-energi terbarukan ini tidak dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Dr. Bambang dalam sebuah wawancara eksklusif pada Rabu, 02 April 2026.
Struktur Penelitian dan Tim Pelaksana
Penelitian Smart Grid ini dikelola oleh sebuah tim multidisiplin yang terdiri dari lima dosen peneliti utama dan dua belas mahasiswa magister serta sarjana. Koordinator penelitian, Dr. Ir. Siti Nurhaliza Handoko, Ph.D., menjelaskan bahwa proyek ini didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Kendari dengan alokasi anggaran sebesar Rp 450 juta untuk tahun pertama.
Tim peneliti terdiri dari Dr. Bambang Suryanto (bidang Sistem Tenaga), Dr. Ir. Siti Nurhaliza Handoko, Ph.D. (bidang Elektronika Daya), Ir. Hendra Wijaya, M.T. (bidang Kontrol Otomatis), Prof. Dr. Muhammad Ridho, S.E., M.E. (bidang Manajemen Energi), dan Dr. Nur Azam, S.T., M.T. (bidang Telekomunikasi dan IoT). Mereka didukung oleh mahasiswa-mahasiswa berdedikasi yang telah menunjukkan potensi luar biasa dalam menguasai teknologi terkini.
“Mahasiswa kami bukan sekadar pengikut dalam penelitian ini. Mereka adalah pemikir kritis yang memberikan kontribusi nyata dalam setiap tahap pengembangan. Beberapa ide brilian justru berasal dari diskusi brainstorming bersama mahasiswa,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza dengan antusiasme yang tinggi.
Metodologi dan Komponen Utama Smart Grid
Smart Grid yang dikembangkan oleh tim Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari mengintegrasikan beberapa teknologi canggih dalam satu ekosistem yang komprehensif. Pertama, sistem sensor terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT) yang dipasang di berbagai titik distribusi energi untuk memantau aliran daya secara real-time. Kedua, pusat kendali berbasis artificial intelligence yang dapat memprediksi kebutuhan beban listrik dan mengoptimalkan distribusi dari berbagai sumber energi terbarukan.
Ketiga, teknologi battery energy storage system (BESS) yang dapat menyimpan energi surplus dari sumber terbarukan untuk digunakan pada saat permintaan tinggi. Keempat, aplikasi mobile dan web-based yang memungkinkan stakeholder untuk memantau dan mengelola sistem secara transparan. Kelima, protokol keamanan siber berlapis untuk melindungi infrastruktur energi kritis dari ancaman digital.
Salah satu mahasiswa peneliti, Rendra Pratama, mahasiswa Magister Teknik Elektro angkatan 2023, menjelaskan pengalamannya berkontribusi dalam penelitian. “Awalnya saya merasa tertantang dengan kompleksitas sistem ini, tetapi bimbingan dari dosen-dosen dan lingkungan laboratorium yang mendukung membuat saya bisa mendalami modeling dan simulasi algoritma kontrol. Sekarang saya sudah menghasilkan dua publikasi ilmiah dari penelitian ini,” katanya dengan bangga.
Fase Implementasi dan Uji Coba Lapangan
Fase implementasi dimulai pada Februari 2026 dengan pemilihan lokasi uji coba di kawasan industri Kendari yang memiliki konsumsi energi tinggi dan ketersediaan sumber energi terbarukan yang baik. Instalasi perangkat keras, termasuk sensor IoT, inverter berkapasitas besar, dan unit penyimpanan energi, telah selesai dilakukan pada akhir Maret 2026.
Hingga tanggal 03 April 2026, sistem Smart Grid telah beroperasi selama lima hari dalam mode uji coba terbatas dengan hasil yang sangat memuaskan. Data awal menunjukkan peningkatan efisiensi distribusi sebesar 18%, pengurangan rugi-rugi daya sebesar 12%, dan peningkatan penetrasi energi terbarukan dalam bauran energi total sebesar 23%.
Dr. Ir. Hendra Wijaya, M.T., yang memimpin tim validasi sistem, menyatakan: “Hasil awal ini melebihi ekspektasi kami. Algoritma kontrol adaptif yang kami kembangkan mampu merespons fluktuasi beban dengan sangat responsif. Yang paling menggembirakan adalah sistem dapat secara otomatis mengganti sumber energi dari konvensional ke terbarukan ketika kondisi cuaca mendukung, tanpa mengganggu stabilitas jaringan.”
Kolaborasi dan Dukungan Eksternal
Kesuksesan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak eksternal. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Sulawesi Tenggara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan beberapa perusahaan teknologi internasional yang menyediakan komponen dan expertise.
Prof. Dr. Muhammad Ridho, S.E., M.E., mengungkapkan pentingnya ekosistem kolaborasi ini: “Penelitian akademis tidak boleh hanya tinggal di laboratorium. Kami percaya pada co-creation dengan industri dan pemerintah. Feedback dari PLN sangat berharga untuk memastikan bahwa solusi kami praktis dan dapat diimplementasikan pada skala yang lebih besar.”
Perwakilan PLN Area Sulawesi Tenggara, Ir. Ahmad Suryanto, S.T., M.B.A., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif universitas. “Kami melihat potensi besar untuk mengadopsi teknologi Smart Grid ini ke infrastruktur PLN yang lebih luas. Saat ini kami sedang mempersiapkan proposal untuk mendapatkan persetujuan corporate level,” jelasnya dalam pertemuan koordinasi pada 01 April 2026.
Dampak Akademik dan Sosial Ekonomi
Penelitian Smart Grid ini telah menghasilkan beberapa dampak positif yang terukur, baik dalam ranah akademik maupun sosial ekonomi. Dari sisi akademik, tim peneliti telah berhasil mempublikasikan tiga artikel dalam jurnal internasional terindeks scopus, dengan empat artikel lagi dalam tahap review. Selain itu, dua mahasiswa mahasiswa telah menyiapkan tesis master mereka yang berbasis pada hasil penelitian ini.
Dari sisi ekonomi, penelitian ini telah menarik perhatian investor lokal dan regional. Sebuah startup teknologi energi bernama “EnergiAI Solutions” berencana untuk mengkomersialkan platform monitoring berbasis artificial intelligence yang dikembangkan dalam penelitian ini. Potensi lapangan kerja baru di bidang smart grid technology diperkirakan akan terbuka untuk lulusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari.
Lebih signifikan lagi, penelitian ini berkontribusi pada rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan ketahanan energi dan mempercepat transisi ke energi terbarukan. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Syaiful Rizal, M.Si., menyatakan: “Penelitian dari Universitas Muhammadiyah Kendari ini memberikan blueprint yang sangat konkret untuk implementasi smart grid di Sulawesi Tenggara. Kami akan memasukkan rekomendasi dari penelitian ini dalam strategi energi provinsi kami.”
Tantangan dan Rencana Kedepan
Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, tim peneliti juga mengakui beberapa tantangan yang dihadapi. Dr. Siti Nurhaliza Handoko menjelaskan: “Tantangan terbesar adalah integrasi sistem yang seamless dengan infrastruktur existing PLN yang sudah sangat kompleks. Selain itu, cost efficiency masih menjadi fokus kami untuk memastikan solusi ini affordable untuk diterapkan secara luas.”
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim telah merencanakan fase penelitian kedua yang lebih komprehensif dengan durasi dua tahun. Fase ini akan mencakup scaling-up sistem ke wilayah yang lebih luas, pengembangan protokol integrasi dengan sistem legacy, dan analisis cost-benefit yang mendalam.
Selain itu, universitas sedang mempersiapkan proposal untuk mendapatkan pendanaan dari program penelitian nasional, termasuk Program Penelitian Kolaborasi Indonesia-Singapura (PKIS) dan program Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Target pendanaan tambahan untuk fase kedua adalah sebesar Rp 1,8 miliar.
Aspirasi dan Visi Jangka Panjang
Dr. Bambang Suryanto menutup wawancara dengan visi ambisius namun realistis: “Kami bermimpi bahwa dalam lima tahun ke depan, smart grid technology yang kami kembangkan tidak hanya diterapkan di Kendari, tetapi juga menjadi solusi rujukan untuk kota-kota besar di Indonesia Timur. Kami ingin menunjukkan bahwa universitas di daerah bisa menghasilkan inovasi berkelasss dunia yang relevan dengan kebutuhan lokal.”
Universitas Muhammadiyah Kendari juga berkomitmen untuk memperluas program kolaborasi penelitian dengan universitas lain, baik domestik maupun internasional. Rencana ini termasuk pembukaan Research Center for Smart Energy Systems yang akan menjadi hub penelitian dan inovasi untuk seluruh Indonesia Timur.
Penutup
Penelitian Smart Grid yang dikembangkan oleh Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari merepresentasikan komitmen institusi dalam mengubah pendidikan tinggi menjadi agent of change yang nyata. Melalui kolaborasi intensif antara dosen, mahasiswa, industri, dan pemerintah, universitas ini membuktikan bahwa inovasi teknologi tidak harus selalu lahir dari pusat-pusat penelitian besar di kota-kota besar.
Dengan hasil awal yang sangat menjanjikan dan dukungan eksternal yang kuat, diharapkan Smart Grid Kendari akan menjadi prototype untuk implementasi lebih luas dan menjadi model pembelajaran bagi universitas lain dalam mengembangkan teknologi yang relevan dan berdampak sosial.
Perjalanan menuju smart energy future Sulawesi Tenggara telah dimulai dari laboratorium Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari.
—
CATATAN EDITOR
Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dengan pimpinan dan tim peneliti Universitas Muhammadiyah Kendari pada 02-03 April 2026. Data dan statistik yang disajikan berdasarkan laporan penelitian resmi dari LPPM Universitas Muhammadiyah Kendari.