KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Teknik Elektro, berhasil meraih pencapaian signifikan dalam upaya peningkatan mutu akademik dan akreditasi institusional. Hasil evaluasi terbaru yang diumumkan pada Jumat, 13 April 2026, menunjukkan peningkatan status akreditasi dari peringkat B menjadi peringkat A, sekaligus meraih sertifikasi akreditasi internasional dari badan akreditasi regional Asia Tenggara. Pencapaian ini menandai era baru bagi program studi yang telah berdiri selama dua puluh tahun tersebut.
Peningkatan mutu akademik yang diraih oleh Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan hasil dari strategi komprehensif yang dimulai sejak tahun 2023. Strategi tersebut mencakup peningkatan kualifikasi dosen, modernisasi fasilitas laboratorium, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi industri, serta penguatan kolaborasi dengan institusi pendidikan internasional dan industri lokal. Proses transformasi akademik ini dilakukan melalui perencanaan matang dan implementasi berkelanjutan yang melibatkan seluruh stakeholder internal dan eksternal.
Dokumen evaluasi akreditasi yang diterima oleh program studi menunjukkan bahwa institusi berhasil memenuhi semua standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan lembaga akreditasi internasional ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA). “Pencapaian ini bukan kebetulan, tetapi hasil kerja keras dan dedikasi seluruh civitas akademika,” ungkap Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus pada Jumat pagi.
Rektor lebih lanjut menjelaskan bahwa peningkatan akreditasi mencerminkan komitmen institusi terhadap excellence dalam pendidikan teknik. “Kami percaya bahwa akreditasi berkualitas tinggi adalah jaminan kepada masyarakat bahwa lulusan kami kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan industri 4.0,” tambahnya. Pernyataan Rektor tersebut mengisyaratkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya fokus pada sertifikasi administratif, tetapi juga pada substansi peningkatan mutu pembelajaran dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja.
Strategi Peningkatan Mutu yang Sistematis
Kepala Program Studi Teknik Elektro, Dr. Ir. Hasan Wijaya, M.T., menjelaskan secara detail langkah-langkah strategis yang ditempuh selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, peningkatan akreditasi dimulai dengan evaluasi diri yang mendalam terhadap semua aspek program studi, mulai dari input (calon mahasiswa), proses pembelajaran, hingga output (lulusan) dan outcome (dampak lulusan di masyarakat).
“Kami melakukan analisis SWOT yang komprehensif dan melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan. Dari evaluasi tersebut, kami mengidentifikasi gap antara standar akreditasi dengan kondisi riil program studi, kemudian membuat rencana aksi yang terukur,” jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan media kampus.
Salah satu strategi utama yang diimplementasikan adalah peningkatan kualifikasi akademik dosen. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, persentase dosen dengan gelar doktor (S3) di program studi baru mencapai 45 persen. Melalui program beasiswa pendidikan lanjutan dan penelitian mendalam, pada tahun 2026 persentase tersebut meningkat menjadi 78 persen. “Investasi pada sumber daya manusia adalah investasi terbaik untuk masa depan institusi,” ujar Dr. Hasan Wijaya.
Selain itu, modernisasi laboratorium menjadi fokus strategis kedua. Program studi mengalokasikan dana signifikan untuk membeli peralatan laboratorium terkini, termasuk simulator sistem tenaga listrik, perangkat pengujian energi terbarukan, dan workstation untuk design elektronika terkini. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa belajar dengan teknologi yang relevan dengan industri, bukan teknologi yang sudah ketinggalan zaman,” ungkap Ir. Suci Rahayu, M.T., Koordinator Laboratorium Program Studi.
Kurikulum Berbasis Kompetensi Industri
Aspek penting lainnya dari peningkatan mutu adalah revisi kurikulum yang dilakukan dengan melibatkan industri mitra. Program studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari melakukan focus group discussion dengan berbagai perusahaan listrik, manufaktur, telekomunikasi, dan energi terbarukan untuk memahami kompetensi apa yang dibutuhkan. Hasil diskusi tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam pengembangan learning outcomes dan struktur kurikulum.
“Kurikulum baru kami dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan akademis tetapi juga kebutuhan industri. Kami menambahkan mata kuliah terkait energi terbarukan, smart grid, dan automation systems yang sangat relevan dengan transformasi digital di sektor kelistrikan,” jelas Dr. Hasan Wijaya. Kurikulum baru ini juga mencakup program magang wajib selama empat bulan di industri partner, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis langsung.
Kolaborasi dengan institusi pendidikan internasional juga diperkuat sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu. Program Studi Teknik Elektro menjalin kerjasama dengan Universitas Teknologi Brunei, Universitas Teknologi Malaysia, dan Universitas Teknik Thaiand untuk program student exchange, joint research, dan workshop internasional. “Kolaborasi internasional membantu kami mengakses best practices, meningkatkan visibility kampus di level regional, dan membuka peluang kerjasama penelitian yang lebih luas,” kata Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto.
Peningkatan Kualitas Penelitian dan Publikasi
Pencapaian akreditasi A juga didukung oleh peningkatan signifikan dalam aktivitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen. Data dari Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa jumlah publikasi artikel ilmiah dosen program studi di jurnal nasional terakreditasi meningkat dari 23 artikel pada tahun 2023 menjadi 67 artikel pada tahun 2025. Sementara itu, publikasi di jurnal internasional juga meningkat dari 8 artikel menjadi 31 artikel dalam periode yang sama.
“Peningkatan publikasi ini mencerminkan produktivitas penelitian dosen yang semakin tinggi. Kami memberikan insentif, pelatihan penulisan artikel ilmiah, dan mendukung dosen untuk mengikuti conference internasional,” ungkap Dr. Ir. Hasan Wijaya. Program studi juga mendirikan research cluster untuk fokus pada bidang-bidang penelitian strategis seperti renewable energy systems, power electronics, dan electrical machine design.
Mahasiswa juga dilibatkan dalam aktivitas penelitian melalui program undergraduate research dan tugas akhir yang berkualitas tinggi. “Kami mengarahkan mahasiswa untuk melakukan penelitian yang tidak hanya memenuhi syarat akademis tetapi juga memberikan kontribusi nyata pada pemecahan masalah praktis di masyarakat,” kata Ir. Suci Rahayu.
Pengakuan Akreditasi Internasional
Aspek paling membanggakan dari pencapaian tahun ini adalah peraihan sertifikasi akreditasi internasional dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA). Lembaga ini merupakan badan akreditasi yang diakui di seluruh Asia Tenggara dan mengevaluasi program studi berdasarkan standar kualitas yang ketat dan komprehensif. Sertifikasi ini memberikan pengakuan bahwa program studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari setara dengan program-program teknik terbaik di negara-negara ASEAN lainnya.
“Pengakuan internasional ini membuka peluang baru bagi lulusan kami untuk bekerja di negara-negara ASEAN lainnya tanpa perlu sertifikasi ulang yang rumit. Ini juga meningkatkan reputasi kampus di mata industri regional dan global,” kata Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto dengan penuh kebanggaan.
Sertifikat dari AUN-QA diterima langsung oleh perwakilan universitas dalam acara penghargaan yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada akhir Maret 2026. Tim yang terdiri dari Rektor, Dekan Fakultas Teknik, dan Kepala Program Studi mewakili universitas dalam acara tersebut dan memberikan presentasi tentang perjalanan peningkatan mutu program studi.
Dampak pada Mahasiswa dan Lulusan
Peningkatan akreditasi diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa dan lulusan Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, status akreditasi A menjamin bahwa mahasiswa mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi dengan standar yang telah diakui nasional dan internasional. Kedua, akreditasi internasional membuka peluang mobilitas akademik dan profesional yang lebih luas, termasuk kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di luar negeri dengan pengakuan yang lebih mudah.
Ketiga, peningkatan mutu akademik berkorelasi dengan peningkatan employability lulusan. Data menunjukkan bahwa tingkat penempatan kerja lulusan program studi meningkat dari 87 persen pada tahun 2023 menjadi 94 persen pada tahun 2025, dengan waktu tunggu mendapatkan pekerjaan yang semakin pendek. “Industri semakin percaya pada lulusan kami karena mereka melihat peningkatan kualitas akademik dan kompetensi praktis yang dimiliki,” ujar salah satu alumni yang kini bekerja di PT PLN Kendari.
Keempat, program-program peningkatan mutu seperti kolaborasi internasional dan student exchange memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar lintas budaya dan lintas negara, sehingga meningkatkan soft skills dan adaptabilitas mereka dalam lingkungan kerja global.
Tantangan dan Keberlanjutan
Meskipun pencapaian akreditasi ini luar biasa, Dr. Hasan Wijaya mengakui bahwa masih ada tantangan yang perlu dihadapi untuk mempertahankan dan terus meningkatkan mutu di masa depan. “Akreditasi A bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari komitmen yang lebih serius untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas,” katanya.
Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan pendanaan untuk investasi infrastruktur dan penelitian. “Kami masih membutuhkan dukungan lebih dari pemerintah daerah, industri partner, dan alumni untuk mendanai pengembangan laboratorium yang lebih canggih dan program penelitian yang lebih ambisius,” ungkapnya. Program studi juga membutuhkan peningkatan further dalam membangun ekosistem inovasi yang melibatkan start-up teknologi dan industri kreatif.
Selain itu, tantangan lainnya adalah mempertahankan motivasi dan dedikasi dosen dalam konteks beban kerja yang terus meningkat. “Kami harus memastikan bahwa kondisi kerja dosen, termasuk kompensasi dan pengakuan atas prestasi, tetap kompetitif sehingga kami tidak kehilangan dosen-dosen terbaik kepada institusi lain,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari.
Untuk memastikan keberlanjutan, universitas telah merumuskan rencana strategis jangka panjang yang mencakup peningkatan endowment fund untuk penelitian, pengembangan kerjasama dengan industri dan institusi pendidikan internasional yang lebih strategis, serta penguatan budaya akademik yang mendukung excellence dan inovasi.
Penutup
Pencapaian akreditasi A dan sertifikasi internasional yang diraih oleh Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari pada April 2026 ini merupakan bukti nyata dari komitmen institusi terhadap peningkatan mutu berkelanjutan. Prestasi ini tidak hanya memberikan kepuasan bagi civitas akademika, tetapi juga memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan teknik yang kredibel dan terpercaya di tingkat regional.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dedikasi dosen, antusiasme mahasiswa, dan kepercayaan stakeholder eksternal, Program Studi Teknik Elektro siap menghadapi tantangan masa depan dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknik elektro. Sebagaimana dikatakan oleh Rektor dalam penutup konferensi pers, “Ini adalah momentum untuk kami terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi pada kemajuan bangsa melalui pendidikan teknik berkualitas tinggi.”
SELESAI