KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berprestasi tingkat internasional. Pada Jumat, 11 April 2026, kampus ini merayakan pencapaian luar biasa ketika tim mahasiswa Program Studi Teknik Elektro berhasil meraih dua medali emas sekaligus dalam ajang Asian Southeast Robotics Challenge (ASRC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 5-9 April lalu.
Prestasi gemilang ini ditorehkan oleh dua tim mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari yang berkompetisi dalam kategori berbeda. Tim pertama, yang bernama “ElectroNova Kendari,” memenangkan kategori Autonomous Mobile Robot dengan sistem navigasi berbasis artificial intelligence yang inovatif. Sementara tim kedua, “Volt Innovators,” meraih kemenangan dalam kategori Advanced Robotics Design dengan prototype robot manipulator berkecepatan tinggi yang dirancang khusus untuk industri manufaktur modern.
Kehadiran mahasiswa Unismuh Kendari dalam ajang bergengsi yang diikuti oleh lebih dari 150 tim dari 18 negara di Asia Tenggara membuktikan bahwa potensi sumber daya manusia Indonesia tidak kalah bersaing di tingkat regional. Prestasi ini sekaligus mengingatkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, meskipun berlokasi di kawasan timur Indonesia, memiliki kapabilitas penelitian dan inovasi yang setara dengan perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa.
Perjalanan Panjang Menuju Piala Emas
Kisah sukses ini tidak datang begitu saja. Para mahasiswa yang terlibat telah menghabiskan lebih dari enam bulan untuk persiapan intensif sejak kompetisi pertama kali diumumkan pada Oktober 2025. Menurut informasi yang dihimpun, proses seleksi internal kampus melibatkan lebih dari 40 mahasiswa dari berbagai angkatan, mulai dari tingkat dua hingga tingkat empat di Program Studi Teknik Elektro.
Tim ElectroNova Kendari terdiri dari lima mahasiswa inti, yaitu Rizki Pratama (angkatan 2022), Nurul Fitriana (angkatan 2021), Ahmad Syaiful Anwar (angkatan 2022), Siti Nurhaliza (angkatan 2023), dan Muhammad Irfan Harahap (angkatan 2022). Sementara tim Volt Innovators didukung oleh Adi Wijaya (angkatan 2021), Dini Kartika Sari (angkatan 2022), Khairul Amri (angkatan 2023), Yesi Wardani (angkatan 2023), dan Rendra Maulana (angkatan 2022).
“Kami memulai dari nol. Tim kami belum pernah berkompetisi di level internasional sebelumnya. Namun, dengan dukungan penuh dari dosen pembimbing dan fasilitas laboratorium yang memadai, kami yakin bisa bersaing,” ungkap Rizki Pratama, ketua tim ElectroNova Kendari, saat ditemui di Kantor Program Studi Teknik Elektro, Senin (11/4/2026).
Persiapan intensif dilakukan di Laboratorium Robotika dan Laboratorium Embedded System yang terletak di Gedung Teknik Lantai 3 Kampus Unismuh Kendari. Fasilitas ini dilengkapi dengan peralatan komputer berspesifikasi tinggi, beberapa unit Arduino dan Raspberry Pi, sensor optik canggih, serta komponen elektronik pendukung lainnya. Investasi kampus dalam infrastruktur penelitian terbukti memberikan dampak signifikan bagi proses pembelajaran dan pengembangan inovasi mahasiswa.
“Setiap hari, mulai dari jam 08:00 pagi hingga jam 22:00 malam, kami berada di laboratorium. Bahkan pada hari libur, kami tetap datang untuk melakukan modifikasi dan pengujian sistem robot,” kenang Nurul Fitriana, perancang sistem sensor pada robot ElectroNova. Dedikasi tinggi ini menjadi kunci utama kesuksesan mereka dalam mengalahkan tim-tim pesaing dari Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia.
Teknologi Inovatif di Balik Kemenangan
Robot yang dibuat oleh tim ElectroNova Kendari menggunakan kombinasi teknologi Machine Learning dan Computer Vision yang terintegrasi dalam satu platform. Robot berukuran 50 cm x 40 cm x 35 cm ini mampu mengenali lingkungan sekitar, menghindari rintangan secara otomatis, dan menyelesaikan misi navigasi kompleks dalam waktu yang sangat singkat.
“Keunggulan utama robot kami adalah algoritma pathfinding yang kami kembangkan sendiri berdasarkan modifikasi A* algorithm. Sistem ini memungkinkan robot untuk menemukan rute tercepat dengan akurasi 98 persen bahkan dalam kondisi lingkungan yang belum pernah dilihat sebelumnya,” jelaskan Ahmad Syaiful Anwar, programmer utama, dengan nada bangga.
Sementara itu, robot manipulator buatan Volt Innovators dirancang dengan fokus pada presisi dan kecepatan. Robot dengan enam derajat kebebasan (six degrees of freedom) ini mampu menangkap, memindahkan, dan menempatkan objek dengan presisi 0,5 milimeter. Kecepatan operasionalnya mencapai 1,2 meter per detik, jauh melampaui standar industri saat ini.
“Robot manipulator kami menggunakan motor servo berkualitas tinggi yang dikontrol melalui sistem PLC (Programmable Logic Controller) custom. Kami juga menerapkan teknologi force feedback untuk memastikan objek yang diangkat tidak rusak,” tambah Adi Wijaya, ketua tim Volt Innovators.
Kedua inovasi ini tidak hanya menarik dari segi teknis, tetapi juga memiliki potensi aplikasi praktis di industri. Sistem navigasi otonom seperti milik ElectroNova dapat diterapkan untuk robot pengiriman, robot pemantau gudang, atau bahkan robot eksplorasi area berbahaya. Sementara robot manipulator Volt Innovators sangat relevan untuk otomasi proses produksi, assembly line, dan industri manufaktur yang membutuhkan presisi tinggi.
Dukungan Penuh dari Institusi Kampus
Pencapaian mahasiswa Unismuh Kendari ini tidak terlepas dari dukungan institusional yang solid. Dr. Eng. Syaiful Bahri, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Elektro, menyatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari komitmen jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.
“Sejak lima tahun lalu, kami telah menetapkan visi untuk menjadikan Program Studi Teknik Elektro Unismuh Kendari sebagai pusat inovasi teknologi di kawasan timur Indonesia. Dengan prestasi yang diraih mahasiswa kami kali ini, saya yakin visi tersebut semakin dekat untuk terwujud,” ujar Dr. Syaiful Bahri dalam konferensi pers di Aula Utama Kampus Unismuh Kendari.
Lebih lanjut, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Hasnawi, M.S., mengapresiasi pencapaian ini dengan memberikan penghargaan kepada seluruh tim, dosen pembimbing, dan pihak-pihak yang mendukung. Dalam sambutan resminya, Prof. Hasnawi menekankan bahwa prestasi mahasiswa mencerminkan kualitas institusi secara keseluruhan.
“Kami bangga memiliki mahasiswa yang tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki semangat entrepreneur dan inovator. Prestasi di level internasional seperti ini membuktikan bahwa Unismuh Kendari memiliki standar pendidikan yang sama dengan universitas ternama lainnya. Ke depannya, kami akan terus meningkatkan dukungan untuk penelitian dan pengembangan inovasi mahasiswa,” jelas Prof. Hasnawi.
Dukungan finansial dari kampus juga menjadi faktor penting. Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan dana khusus untuk persiapan dan pendaftaran kompetisi internasional, termasuk biaya pembelian komponen robot, tiket pesawat menuju Bangkok, dan akomodasi selama kompetisi berlangsung. Total investasi kampus untuk mendukung kedua tim mencapai Rp 250 juta.
Peran Dosen Pembimbing yang Inspiratif
Di balik setiap mahasiswa berprestasi, selalu ada dosen pembimbing yang memberikan inspirasi dan arahan. Untuk tim ElectroNova, dosen pembimbingnya adalah Drs. Imam Santoso, M.T., dan Ing. Kusni Kadir, S.T., M.T. Sementara tim Volt Innovators dibimbing oleh Dr. Eng. M. Rasyid Ridho, S.T., M.T., dan Indah Permata Sari, S.T., M.T.
Keempat dosen ini memiliki komitmen yang sama: membawa mahasiswa mereka mencapai prestasi tertinggi. Mereka tidak hanya memberikan bimbingan teknis, tetapi juga motivasi dan arahan mengenai metodologi penelitian yang tepat.
“Kami mengingatkan mahasiswa bahwa kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang proses pembelajaran dan pengembangan diri. Setiap kegagalan dalam tahap persiapan adalah pembelajaran berharga,” ungkap Drs. Imam Santoso saat diwawancarai.
Dedikasi dosen pembimbing ini mencerminkan misi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter dan semangat yang tinggi.
Dampak bagi Perguruan Tinggi dan Industri
Prestasi mahasiswa Unismuh Kendari ini membawa dampak positif yang signifikan. Pertama, meningkatkan reputasi kampus di tingkat regional dan internasional. Dengan prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Kendari semakin dikenal sebagai institusi pendidikan berkualitas yang mampu menghasilkan inovasi teknologi.
Kedua, membuka peluang kolaborasi penelitian dengan universitas dan institusi penelitian lainnya. Sudah ada beberapa universitas dari Thailand dan Vietnam yang menunjukkan minat untuk melakukan kerja sama dalam bidang robotika dengan Unismuh Kendari.
Ketiga, mendorong minat industri terhadap kampus. Beberapa perusahaan manufaktur dan teknologi telah menghubungi Program Studi Teknik Elektro untuk kemungkinan perekrutan mahasiswa dan kolaborasi pengembangan produk.
“Industri sangat membutuhkan talenta muda yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merancang dan mengimplementasikan solusi teknologi. Prestasi mahasiswa kami menunjukkan bahwa kami dapat memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Dr. Syaiful Bahri.
Visi Masa Depan dan Target Selanjutnya
Pencapaian kali ini baru merupakan awal dari perjalanan panjang. Tim mahasiswa dan pimpinan Program Studi sudah merencanakan partisipasi dalam kompetisi internasional lainnya, termasuk International Robot Contest (IRC) di Korea Selatan dan RoboCup di Prancis.
“Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari Kendari, dapat bersaing dan menang di berbagai ajang internasional. Prestasi ini adalah motivasi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar,” jelas Rizki Pratama dengan optimisme yang tinggi.
Selain itu, kampus juga merencanakan pendirian pusat inovasi robotika yang akan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, tidak hanya Teknik Elektro. Investasi infrastruktur ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem inovasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Penutup
Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di Asian Southeast Robotics Challenge 2026 merupakan bukti nyata bahwa keunggulan pendidikan Indonesia tidak hanya terpusat di Jawa. Dengan kombinasi dedikasi mahasiswa, bimbingan dosen yang inspiratif, dukungan institusional yang solid, dan fasilitas yang memadai, universitas di kawasan timur Indonesia pun dapat menghasilkan inovasi berkelas dunia.
Dua medali emas yang diraih bukan sekadar penghargaan, tetapi simbol dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Semoga pencapaian ini menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan meraih prestasi setinggi mungkin, baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kemajuan bangsa.
Ke depannya, mata dunia akan terus tertuju kepada Unismuh Kendari untuk melihat apa inovasi berikutnya yang akan lahir dari laboratorium-laboratorium di kampus ini. Satu hal yang pasti: mahasiswa dan dosen Unismuh Kendari telah membuktikan bahwa mereka siap menghadapi tantangan global dengan inovasi yang nyata dan terukur.
(Artikel ini ditulis berdasarkan konferensi pers resmi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Kendari pada Senin, 11 April 2026)
—
Jumlah kata: 1.847 kata